MEKANISME GERAK REFLEKS DAN GERAK SADAR 12/22/2011
A. Gerak Refleks Refleks adalah suatu gerakan yang tidak sengaja dilakukan yang merupakan respon dari system saraf terhadap stimulus. Gerak refleks terdiri dari 5 komponen. Jika satu saja dari 5 komponen ini tak terpenuhi, maka respon refleks terhadap stimulus akan diubah. Komponen tersebut adalah: 1. Reseptor
Pada gerak refleks, biasanya ada lebih dari satu sinapsis. Walaupun ada sedikit monosinapsis seperti yang datang dari gelendongan otot. 4. Saraf motorik (saraf eferen)
Macam-macam gerak reflek, yaitu: 1. Refleks segmental Adalah refleks yang hanya melewati sebagian kecil dari CNS. Contohnya adalah refleks peregangan otot dan refleks cahaya pada pupil karena hanya menggunakan segmen kecil dari medulla spinalis atau brainstem. 2. Refleks intersegmental Refleks ini menggunakan multiple segmen dari CNS. Contohnya adalah respons propriosepsi karena aksi potensial saraf sensori jauh memasuki spinal cord dan belum akan berjalan kembali ke cerebral cortex sebelum responsi motorik dihasilkan. Respon motorik kembali melalui rute intersegmental yang sama. (Cunningham, 2002) B. Gerak Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. (Pangestiningsih, 2010) Sistem saraf terdiri dari saraf aferen dan saraf eferen. Saraf aferen (sensorik) berfungsi menyalurkan informasi yang berasal dari organ reseptor. Mekanisme penghantaran informasi antara reseptor dengan sistem saraf pusat terjadi melalui proses penghantaran impuls dengan kode irama dan frekuensi tertentu. Saraf eferen (motorik) terdiri dari dua bagian yaitu somatik dan autonom. Saraf motorik somatik membawa impuls dari pusat ke otot rangak sebagai organ efektor. Melalui proses komunikasi secara biolistrik di saraf dan proses komunikasi melalui neurotransmitter di hubungan saraf-otot, dapat terbangkit kontraksi otot. Baik kekuatan maupun jenis kontraksi otot rangka dapat dikendalikan oleh sistem saraf pusat maupun oleh sistem saraf tepi. Sistem saraf somatik turut berperan dalam proses mengendalikan kinerja otot rangka yang diperlukan untuk menyelenggarakan beragam sikap dan gerakan tubuh. Pembagian secara garis besar dapat dilihat pada gambar dibawah (Singgih, 2003). REFERENSI Cunningham, J. G., 2002. Textbook of Veterinary Physiology. Saunders Company. Philadelphia Pangestiningsih, T. W., 2010. Mikroanatomi Sistem Saraf. Presentasi Kuliah Pengantar Tanggal 13 April 2010 Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Yogyakarta Singgih, S. A., 2003. Sistem Saraf Sebagai Sistem Pengendali Tubuh. Departemen Ilmu Faal FKUI. Jakarta CommentsLeave a Reply | AuthorLearning to Live ArchivesCategoriesAll |

RSS Feed